Wednesday, February 25, 2015

TRADISI PERISEAN LOMBOK

Perisean di Segenter
PERISEAN

    Perisean merupakan salah satu tradisi yang ada di pulau Lombok. Dalam perisean ini para laki-laki akan mengadu kekuatan dan kemampuan untuk menjadi pemenang. Perisean ini juga dijadikan sebagai hiburan wajib dalam setiap Masyarakat Adat Memperingati Maulid Nabi yaitu Lebaran Adat yang ada di Bayan, Lombok Utara.


    Alat yang digunakan yaitu dari  rotan sebagai alat pemukul, dan sebagai perisai (ende) yaitu dari kulit binatang. Yang memimpin dalam perisean adalah seorang wasit.Aturan yang ada dalam perisean ini sangat simple, dimana tidak boleh memukul bagian tubuh dibawah pinggang, jika ada salah satunya menyatakan diri sudah tidak mampu melanjutkan permainan, maka lawannya akan menjadi pemenang, jika salah satu pemain kepalanya terkena pukulan dan akhirnya mengeluarkan darah maka dinyatakan kalah.

    Pertandingan yang adu kemampuan dengan menggunakan rotan ini tidak dijadikan sebagai permusuhan atau dendam dikemudian hari walaupun ada yang terluka, tetapi justru sebaliknya sebagai ajang perkenalan antara pemain (pepadu).

    Pada ritual Maulid Nabi secara adat justru Masyarakat memiliki arti atau pemahaman yang beda, dimana seseorang yang terluka pada saat perisean, justru akan menjauhkan segala penyakit dalam kehidupannya dikemudian hari, sehingga pada saat ada ritual seperti inilah justru Masyarakat Adat berbondong-bondong untuk bisa ikut terlibat adu tanding dalam Perisean tersebut.

No comments:

Post a Comment