Friday, February 27, 2015

IDUL FITRI SECARA ADAT

Kyai Sholat Idul Fitri di Masjid Kuno
PROSESI LEBARAN ADAT

      Lebaran Adat merupakan suatu kegiatan masyarakat yang dilaksanakan untuk memperingati satu (1) sawal atau sering kita kenal dengan Idul fitri. Satu sawal dalam kegiatan Masyarakat adat berbeda dengan satu sawal dalam kegiatan Masyarakat pada umumnya, dimana satu sawalnya berdasarkan Wariga Adat Sereat Adat Bayan yang setiap tanggalnya mempunyai selisih dua (2) atau tiga (3) hari dengan tanggal Hijriah.

      Prosesi Lebaran Adat ini dilaksanakan selama dua (2) hari, yaitu hari pertama namanya “Kayu Aiq” dan hari kedua disebut “Gawe”.

RITUAL MASYARAKAT ADAT

Memurak
RITUAL MASYARAKAT ADAT

        Setiap Masyarakat adat yang ada di Bayan, selalu melaksanakan setiap upacara adat dengan pemotongan ayam, walaupun pada saat acara tersebut ada pemotongan ternak yang lebih besar, seperti kambing atau sapi. hal ini diyakini oleh Masyarakat adat bahwa setiap ritual atau upacara adat adat ayam merupakan ternak yang wajib ada. Ada beberapa tahapan dalam setiap upacara adat yang dilaksanakan oleh Masyarakar adat Bayan dalam kehidupannya, Yaitu :

TRADISI MENJOJO

Pantai Dekat Gedeng Lauk
         Prosesi Menjojo merupakan prosesi ritual adat untuk mengunjungi gedeng daya dan gedeng lauk, yang dilaksanakan oleh komunitas Masyarakat Adat Karang Bajo, hal ini disebabkan oleh tidak adanya kesiapan dari kepembekelan, baik dari pembekel Bat Orong, Timuk Orong dan Loloan sehingga dilaksanakan secara kecil (menjojo). Dalam prosesi yang besar dimana semua pihak terlibat maka itu yang dinamakan dengan Taek Lauk-Taek Daya.
Prosesi Menjojo dilaksanakan setelah gugur kembang waru sekitar jam 15.00 wita dan dalam 3 (tiga) tahun sekali. Menjojo dilaksanakan selama 2 (dua) hari, yaitu hari jum’at dan hari sabtu, hari jum’atnya taek Daya dan hari sabtunya taek lauk.

KELAPA DALAM PERKAWINAN

 Kelapa Muda Dalam Perkawinan Masyarakat Adat

        Kelapa Muda ini memiliki fungsi yang sangat berarti dalam Masyarakat Adat, salah satunya yaitu dalam pelaksanaan perkawinan secara adat. Kelapa Muda ini dalam pemetikannya tidak boleh di jatuhkan dari pohonnya karena digunakan harus dengan bagian tankainya yang fungsinya untuk dipikul pada saat proses perkawinan, jumlah harus 4 buanh, 2 dibagian belakang, dan 2 dibagian depan.

CUPAK GURANTANG

CUPAK GURANTANG

        Setiap orang pasti memiliki tokoh inspirasi dalam hidupnya, baik itu inspirasi dalam menggapi cita-cita, perilaku, kepemimpinan, dan lain sebagainya. Tokoh-tokoh tersebut bisa kita dapatkan dari lingkungan sekitar, melalui buku-buku, televise, maupun cerita – cerita rakyat. Dari informasi yang kita peroleh melalui indra penglihatan, pendengaran inilah yang kemudian akan dicerna oleh kemampuan berpikir sehingga menjadi acuan dalam menjalani setiap kehidupannya.

Wednesday, February 25, 2015

GAMBARAN UMUM KARANG BAJO

Bayanto, S. Pd (Kyai Adat)
DESKRIPSI KAMPU KARANG BAJO

        Kampu Karang Bajo merupakan suatu tempat berkumpulkan Masyarakat Adat dari kepembekelan Karang Bajo pada saat ada ritual adat. Masyarakat yang datang pada setiap acara jari berbagai penjuru, sampai lintas kecamatan bahkan lintas Kabupaten, tetapi yang termasuk dalam Kauman Kmapu Karang Bajo ini Sampai Pemenang untuk batas baratnya, gunung rinjani batas selatan, Tal Baluk (Sambelia)  batas timur dan laut jawa sebagai batas utara.

RUMAH ADAT

Rumah Adat (Bale Mengina)
BALE MENGINA

        Rumah Masyarakat Adat yang ada di Kepembekelan Karang Bajo, Kecamatan Bayan-KLU, pada masa lampau sesungguhnya tidak seperti yang lihat sekarang ini, pada masa yang lalu semua Masyarakat Adat memiliki rumah yang disebut dengan Bale Mengina. Bentuk dari Bale Mengina untuk Masyarakat Adat memiliki sedikit perbedaan dengan bale mengina untuk Pemangku (pejabat adat), yaitu hanya terletak pada bagian depan rumah saja, dimana Untuk Pemangku hanya sebelah yang dibuatkan bagian depannya, sedangkan untuk Masyarakat Adat dibuatkan sesuai dengan ukuran rumah yang ada.

TRADISI PERKAWINAN

Menyorong
PERKAWINAN SECARA ADAT

 Tradisi Perkawinan Secara Adat Dalam tradisi adat Bayan, bersatunya dua insan dan dua keluarga melalui pernikahan atau perkawinan memiliki beberapa tahapan, diantaranya yaitu :

1. Kawin Lari

    Tradisi ini berbeda dengan sebagian daerah lainnya, dimana dalam mengambil perempuannya harus diambil secara diam-diam tanpa sepengetahuan dari pihak keluarga yang perempuan, hal ini diyakini oleh Masyarakat Adat bahwa tidak adanya unsur paksaan atau perjodohan yang dilakukan oleh pihak keluarga, dimana setiap insan berhak menentukan pilihan hidupnya dalam memilih pasangan hidup.

TRADISI POTONG RAMBUT

Meriap (makan bersama)
POTONG RAMBUT (MENGKURIS)

           Prosesi Potong Rambut dalam adat Bayan disebut dengan mengkuris. Mengkuris ini memiliki arti yang sangat berarti dalam Masyarakar Bayan, dimana sebelum melaksanakan mengkuris maka seseorang tidak boleh memotong rambutnya, sehingga pelaksanaannya selalu dilaksanakan saat seorang anak berusia dibawah tiga tahun, hal ini supaya anak tersebut bisa potong rambut kapan saja setelah dilaksanakan posesi mengkuris.

PEMBERIAN NAMA ANAK

Dodol (salah satu olan-olan siwaq)
BUANG AWU (MEMBUANG ABU)    

    Dalam Masyarakat adat Bayan, untuk memberikan nama anak yang baru lahir tidak serta merta pada saat lahir, tetapi harus ada ritual yang dilaksanakan yaitu buang awu atau selametan. Buang awu memiliki perbedaan denan selametan, dimana buang awu ini prosesinya lebih besar sehingga membutuhkan biaya yang lebih tinggi dibandingkan dengan selametan. Pemberian nama ini yang melakukan adalah Kyai Adat, karena nama akan menjadi penentu bagi prilaku si anak setelah besar (nama memiliki sifat-sifat tersendiri atau sesato).

TRADISI PERISEAN LOMBOK

Perisean di Segenter
PERISEAN

    Perisean merupakan salah satu tradisi yang ada di pulau Lombok. Dalam perisean ini para laki-laki akan mengadu kekuatan dan kemampuan untuk menjadi pemenang. Perisean ini juga dijadikan sebagai hiburan wajib dalam setiap Masyarakat Adat Memperingati Maulid Nabi yaitu Lebaran Adat yang ada di Bayan, Lombok Utara.

SISTEM KELOLA TANAH KELUARGA

Amaq Lokaq Gantungan Rombong
SISTEM KELOLA TANAH KELUARGA

    Tanah merupakan suatu hal yang snagat bernilai pada saat ini, dimana dari masa kemasa harga tanah selalu naik. Manusia semakin bertambah dan tanah yang kosongpun semakin berkurang. Jika kita kembali kemasa lampau dari sejarah nenek moyang kita maka tanah ini merupakan harta yang tidak begitu bernilai diamana satu keluarga bisa memiliki sekian hektar tanah dengan hanya mengelola tanpa harus membeli. Dalam keluarga saya, terdapat jenis kelola tanah yang asal-usul tanah tersebut seperti cerita diatas, dimana tanah yang saya tempati saat ini adalah tanah yang hanya dimiliki oleh satu keluargan yang dulunya hanya satu Kepala Keluarga (KK), tetapi sekarang sudah mencapai 30 KK lebih.

Tuesday, February 24, 2015

PAKET WISATA BUDAYA

Taman Nasional Gunung Rinjani
Program Paket  wisata 4 hari 3 malam.

    Dalam paket wisata budaya ke Karang Bajo,Kami akan mengajak Anda untuk mengunjungi Kampung Adat, Air Terjun dan Pemandangan Pantai, serta yang ingin untuk trekking Gunung Rinjani juga bisa Anda nikmati.

Berikut detail program Wisata Budaya Karang Bajo untuk program 4 hari 3 malam

HARGA PAKET WISATA BUDAYA

HARGA MASING-MASING PAKET

Keterangan 2 s/d 3 Orang 4 s/d Orang 6 s/d 10 Orang 11 / Lebih
Antar Jemput Bandara Internasional
Lombok
750.000/Org 700.000/Org 500.000/Org 400.000/Org
Penginapan dan Sarapan Permalan
di Rumah Warga (Rumah Adat)
400.000/Org 300.000/Org 250.000/Org 200.000/Org
Kuliner Tradisional 100.000/Org 80.000/Org 60.000/Org 50.000/Org
Kesenian Tradisional 1.500.000 1.500.000 1.500.000 1.500.000
Kunjungan Ke-Kampung Adat
Karang Bajo
100.000/Org 90.000/Org 75.000/Org 50.000/Org
Kunjungan Ke-Air Terjun Sindang Gila
dan Kampung Adat Senaru
150.000/Org 130.000/Org 100.000/Org 75.000/Org
Kunjungan Ke-Kampung Adat Segenter 130.000/Org 120.000/Org 100.000/Org 75.000/Org
Kunjungan Ke-Pantai Labuhan Carik 50.000/Org 45.000/Org 40.000/Org 30.000/Org
Kunjungan Ke-Hutan Adat Bangket
Bayan
50.000/Org 45.000/Org 40.000/Org 35.000/Org
Treking Taman Nasional Gunung Rinjani 2.500.000/Org 2.250.000/Org 2.000.000/Org 1.800.000/Org
Contac Person : Email jetsbudaya@gmail.com HP.+6281917901440

PENGANGKATAN PEJABAT ADAT

Pengangkatan Pembekel Adat Karang Bajo
PENGANGKATAN PEMBEKEL ADAT
   
    Dalam mencari dan mengangkat Pembekel Adat ini, yang berperan dalam mengundang Masyarakata Adat adalah Amaq Lokak Pande. Musawarah dilakukan ditempatnya juga. Musawarah ini dilakukan sekitar tiga kali, yaitu :

1. Hari pertama untuk mencari garis keturunan dari Pembekel Adat

2. Hari kedua untuk menetapkan calon Pembekel Adat

AIR TERJUN

Air Terjun Senaru
AIR TERJUN SINDANG GILA
  
 Air Terjun Sindang Gila terletak di Desa Senaru, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Letaknya di bawah lereng Taman Nasional Gunung Rinjani, dikawasan hutan adat bangket bayan. Air Terjun ini terkenal dengan sebutan seribu tangga, karena untuk menjangkaunya kita harus melalui tangga sekitar seribu. Berada di bawah Kantor Desa Senaru. Tempat parkirnya cukup baik, sekitar parkir dikelilingi oleh cafe-cafe yang menyediakan berbagai makanan dan minuman lokal, sehingga Anda bisa menikmati menu makanan lokal.

CARA MASYARAKAT ADAT MEMPERINGATI MAULID NABI



Menutu (Menumbuk Padi)
PROSESI MAULID ADAT KARANG BAJO-BAYAN

    Mulud Adat Bayan merupakan suatu ritual perayaan yang dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk penghormatan masyarakat adat terhadap Nabi Muhammad S.A.W dalam pelaksanaannya dilaksanakan selama dua hari, yang pertama di sebut “Kayu Aiq” dan yang kedua disebut “Gawe”

TATA TERTIB KAMPU

1.    Menggunakan sapuk atau ikat kepala dengan ikatan didepan bagi kaum pria

2.    Dodot bagi laki-laki (diatas pusat) dan kemben bagi perempuan (diatas dada)

3.    Kain Londong Abang atau kain biasa yang tidak menyambung (londong)

4.    Tidak boleh merokok

5.    Tidak boleh memakai celana

PENENTUAN SAJI KRAMA ADAT

Saji Kerama Adat
Saji Krama adalah keputusan dari para tokoh adat dan ahli waris sane kadang bangsa dari keluarga pengantin perempuan, dimana pengambilan keputusan musawarahnya ditentukan dari bagaimana proses pemulangan, status pengantin perempuan dan hubungan yang ada pada kedua belah pihak. Saji krama ini bisa berubah setiap saat tergantung dari harga rupiah, yang tidak bisa berubah adalah ulun dedosan dan atau sejumlah uang bolong (kepeng susuk).

WAKTU TELU BAYAN

Kyai Adat Sholat Idul Fitri
Bayan merupakan salah satu nama Kecamatan yang ada di Kabupaten Lombok Utara (KLU), Nusa Tenggara Barat. Bayan ini juga merupakan sebuah nama Desa yang Ada di Kecamatan Bayan. Dalam Masyarakat Adat, Bayan ini memiliki arti yang berbeda dibandingkan dengan sebuah nama administrasi pemerintahan, dimana Bayan merupakan sebuah komunitas Adat yang terdiri dari 4 Kepembekelan Adat yaitu, Pembekel Loloan, Pembekel Timuk Orong (Bayan Timur), Pembekel Bat Orong (Bayan Barat), dan Pembekel Karang Bajo.