Wednesday, March 18, 2015

SAPUK

Perumbaq Tengaq dan Masyarakat Adat
SAPUK

Setiap dearah memiliki adat dan tradisi yang berbeda-beda, begitu juga dengan busana adatnya seperti ikat kepala (sapuk). Sapuk dalam Masyarakat Adat Bayan pada umumnya digunakan pada saat ada ritual adat tertentu dan ditempat tertentu juga.

Cara menggunakan Sapuk ini berbeda-beda tergantung pada saat ritual adat yang dilaksanakan. Secara umum, sapuk digunakan dengan ikatan sapuknya di bagian depan kepala (kening). Ikatan sapuk hanya bisa digunakan pada bagian belakang hanya pada saat ritual kematian, sementara diluar ritual tersebut ikatannnya harus di depan, kecuali para Pemangku dan Kyai.

Sapuk atau ikat kepala ini memiliki banyak jenis, dan jenis yang digunakan itu tergantung dari posisi atau jabatan adatnya. Dalam tulisan ini akan membahas jenis sapuk dan jabatan adat yang menggunakannya.


1.    Sapuk Berwarna Biru

Sapuk yang berwarna biru ini hanya digunakan oleh Perumbaq yaitu, Perumbaq Daya, Perumbaq Tengaq (Amaq Lokaq Gantungan Rombong), dan Perumbaq Lauk. Warna biru ini diyakini oleh Masyarakat Adat sesuai dengan warna langit, yang bisa mengayomi setiap makhluk hidup di bumi. Sehingga perumbaq ini diharapkan bisa memberikan pengayoman kepada Masyarakat Adat dan lingkingannya, baik di daerah hutan, Masyarakat Adatnya, maupun untuk perairan atau laut.

2.    Sapuk Berwarna Putih

Sapuk yang berwarna putih ini digunakan oleh para Kyai Adat dan Pemangku, yaitu Kyai Santri, Amaq Lokaq Pande, Amaq Lokaq Singgan Dalem, Amaq Lokaq Walin Gumi, Amaq Lokaq Dasan Ancak, Amaq Lokaq Pelabupati, Amaq Lokaq Tlaga Banyak, Amaq Lokaq Tlaga Bageq, Amaq Lokaq Senaru, dan Amaq Lokaq Loang Godek.

Kyai santri merupakan tokoh agama, dan Pemangku yang lainnya adalah tokoh adat yang tugasnya memberikan pencerahan kepada Masyarakat Adat umum. Sapuk yang berwarna putih ini menunjukan kesucian dan kebersihan hati dari para Kyai dan Pemangku sebagai tokoh dan suri tauladan bagi Masyarkat lainnya.

3.    Sapuk Batik (warna warni)

Sapuk batik ini di gunakan oleh masyarakat umum. Ada juga pejabat adat yang menggunakan sapuk batik ini, seperti Pembekel yang ada di setiap komunitas Masyarakat Adat. Sapuk batik yang memiliki banyak warna ini juga memiliki  banyak arti oleh Masyarakat Adat Bayan, bahwa memiliki berbagai warna kehidupan yang bermacam-macam, baik dari pekerjaan maupun garis keturunan adatnya.

No comments:

Post a Comment