Saturday, August 27, 2016

Atraksi Egrang



Egrang

Permainan Egrang merupakan jenis permainan tradisional berjalan dengan tongkat bambu yang dipasangkan pijakan kaki pada bagian bawahnya. Jenis permainan ini pada masa seakrang bisa dikatakan hampir tidak ada lagi, khususnya disekitar Kabupaten Lombok Utara. Hampir dalam setiap hiburan dan pentas seni kita tidak bisa lagi melihat atraksi Masyarakat local seperti egrang ini. Hampir semua instansi pendidikan Negri maupun swasta tidak lagi mengajarkan jenis permainan yang tradisonal.

Sekolah-sekolah dizaman modern sekarang ini justru
mengajarkan jenis permainan modern juga seperti drumben, alat music band, dan lain-lain. Musik modern bukan berarti tidak baik untuk perkembangan peserta didik, tetapi tanpa memberikan pendidikan local dan juga kesenian daerah ini akan menghilangkan jati diri sebuah pendidikan yang berada disekitar Masyarakat yang memiliki tradisi dan seni yang berbeda-beda. 

Pendidikan seni ala modern lambat laun akan mengikis kebhinekaan yang ada di bumi Pancasila kiat ini. Permainan dan seni tradisional juga pada dasarnya bisa membantu perkembangan pola fikir para siswa dan generasi kedepan. Permainan sederhana bukan berarti tidak bermanfaat, tetapi justru ada makna yang terkandung didalamnya seperti, bahan2 yang digunakan merupakan bahan dari alam yang ramah lingkungan dan mudah didapatkan.

Permainan modern hamper secara keseluruhan menggunakan bahan dari plastic atau besi yang jika tidak difungsikan lai tentunya akan menjadi sampah yang membuat bumi semakin rusak, tentunya dalam konteks ini jelas permainan tradisional jauh lebih ramah lingkungan. Keterampilan Masyarakat dengan tradisi local bisa memberikan keanekaragaman disetiap daerah, banyak memberikan peluang kepada Masyarakat itu sendiri berkembang sesuai dengan karakter lingkungannya masing-masing.

Perkembangan zaman tidak bisa ditepis, bukan berarti yang lama harus ditinggalkan. Ilmu baru bagus untuk dipelajarai, tetapi bukan berarti ilmu para orang terdahulu  tidak berguna. Seni modern memiliki banyak keindahan, tetapi seni local juga sangat menyenangkan untuk dinikmati.

Egrang merupakan salah satu contoh dari kesesnian tradisional yang hamper hilang, sebenarnya masih banyak lagi beberapa kesenian tradisional yang hamper sama nasibnya dengan egrang. 

Untuk bisa mengembalikan semua tradisi local termasuk seninya ini membutuhkan kerjasama semua pihak, terutama pemerintah. Sejauh ini banyak sekali alat music seni digelontorkan kepada lembaga pendidikan, tetapi semuanya adalah alat music yang bukan dari daerah setempat. Semua alat music drumben hampir seluruh instansi pendidikan di Lombok Utara, sementara belum ada satupun ada pentas seni tradisional yang tampil atas dukungan alat music dari pemerintah.

Menjawab tantangan diatas membutuhkan sebuah lembaga atau kelompok sanggar yang focus pada pendidikan local. Masyarakat Adat Lombok Utara yang terkenal dengan Adat dan Budayanya, khusus di Kecamatan Bayan terdapat komunitas kelompok muda yang sudah mulai dengan perpustakaan adatnya. Dalam perpustakaan adat ini akan belajar banyak hal tentang tradisi dan seni local.

No comments:

Post a Comment