Sunday, March 15, 2026

SEJARAH KEWILAYAHAN BAYAN


Bayan atau dikenal juga dengan sebutan Kedatuan Bayan memiliki Sejarah Kewilayah yang mengalami perubahan sebanyak 3 kali, yaitu :

1. Wilayah mencakup seluruh wilayah Kabupaten Lombok Utara dan sebagain wilayah Kabupaten Lombok Timur bagian Utara. Hal ini ditandai dengan sebutan batas timur Bayan adalah Tal 8 (yang lokasinya sekitar Sambelia. Sementara untuk batas bagian barat dikenal dengan sebutan Menanga Reduh (perbatasan antara Kecamatan Pemenang dengan Sengigi)

Sunday, May 11, 2025

Masyarakat Adat Bayan Dalam Menjaga Rinjani


Rinjani merupakan salah satu gunung yang menjulang tinggi di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Keberadaan gunung ini sebagai salah satu destinasi wisata pendakian pavorit bagi wisatawan mancanegara ataupun doemstik. Memiliki pemandangan yang menakjubkan mata serta Danau Segara Anak membuat daya tarik yang memikat setiap orang yang datang.

Letusan Gunung Samalas (lontar Babat Lombok) di tahun 1957, membentuk kaldera dan dalam waktu yang panjang menjadi tempat hidup ikan air tawar. Dahsyatnya gunung merapi kala itu mengakibatkan berbagai negara mengalami musibah besar, bahkan sampai eropa (Inggris). Material dari letusanpun ditemukan oleh para peneliti dunia di kutub utara.

Monday, February 3, 2025

PENYEDIA MADU TRIGONA DI KABUPATEN LOMBOK UTARA


Madi Trigona saat-saat ini banyak diminati oleh Masyarakat, terlibih ditahun 2020 kita pernah diserang dengan Covid-19. Madu merupakan salah satu untuk menjaga kesehatan dan juga kekebalan tubuh, karena memiliki banyak kandungan vitamin. 

Kami, dari Sekolah Adat Bayan memiliki 150 stup madu Trigona, hasil panen pernulannay kisaran 5 liter. Meskipun tergolong kecil, tetapi kami memilki banyak mitra dengan masyarakat. Mitra kami ada yang perorang, ada juga yang kelompok. Total madu yang bisa kami kumpulkan dalam sebulan sebanyak 50 liter.

Karena kami bergerak untuk pendidikan adat, maka keuntungan dari penjualan madu digunakan untuk kegiatan di Sekolah Adat Bayan. Jadi dengan anda membeli produck madu trigona kami, maka Anda juga sedang menjadi bagian dalam pelestarian alam dan juga Masyarakat Adat Bayan yang di Kabupaten Lombok Utara,

TAHAPAN MEMBANGKITKAN PENDIDIKAN ADAT

    Saat mendukung kebangkitan pendidikan di wilayah adat, perlu selalu diingat bahwa pendidikan adat adalah yang pendidikan yang berakar dalam kehidupan dan kebudayaan Masyarakat Adat. Ia meletakan adat sebagai landasan pembelajaran dan pertumbuhan seseorang. Oleh karena itu, setiap bentuk pendidikan adat akan unik, dan setiap proses pendirian akan berbeda. Namun, meski proses bisa berubah dan menyesuaikan keadaan setempat, apapun bentuk pendidikan adat yang dipilih - sistem pendidikan turun temurun di wilayah adat atau sekolah adat baru - tetap akan memegang pendidikan adat yang sama.
    Secara ringkas, tahapan membangkitkan pendidikan adat beserta cakupan kegiatan masing-masing dapat bisa dikelompokan menjadi 5 tahapan, yaitu Pemrakarsa Sebagai Prasarat, Pembentukan Tim Inti, Penjajakan dan Analisis Wilayah Adat, Pendekatan Kepada Tetua Adat, dan yang terakhir Musyawarah Adat. Dari kelima tahapan tersebut, tidak harus berurutan, tetapi bisa disesuaikan dengan siruasi dan kondisi Masyarakat Adat yang ada di Wilayah Adat masing-masing.

    Adapaun penjelasan tentang setiap tahapan sebagai berikut :

Tuesday, January 7, 2025

13 Prinsip Pendidikan Adat

Pendidikan Adat di Indoensia saat ini megalami perkembangan yang cukup signifikan, dimana pada tahun 2016 terdapat belasan Pendidikan Adat, kini berkembang menjadi ratusan bahkan lebih. Untuk menjaga marwah Pendidikan Adat tetap terjaga, maka dibuatlah prinsip-prinsipnya di Ciptagelar pada Maret 2016, dan saat itu menghasilkan 15 prinsip. 

Prinsip Pendidikan Adat ditinjau kembali pada tahun 2018, yaitu di Sekolah Adat Sianjur Mula-Mula, tetapi pada saat itu tidak mengalami perubahan, tetapi memperdalam pemaknaan dari setiap prinsip.

Sejarah Wilayah Adat Bayan


Bayan memang dikenal sebagai salah satu kelompok Masyarakat Adat yang masih teguh menjalankan tradisi para leluhur, bahkan masih taat menjalankan aturan adat. Aturan yang ada di Masyarakat Adat Bayan mengatur tentang kehidupan sosial dan juga tentang alam.

Aturan yang masih ditaati ni sehingga kehidupan di Bayan sampai saat ini masih dibilang aman, serta memiliki hutan adat yang terjaga dengan baik, diantaranya Hutan Adat Bangket Bayan, Mandala, Lokok Getak, serta masih ada lagi seperti di Semokan dan Sembagek.

Aturan ini berlaku dalam komunitas Masyarakat Adat Bayan, meskipun tidak tertulis tetapi mampu menjaga kehidupan manusia sangat baik, termasuk tentang alamnya.

Friday, October 11, 2024

PENTINGNYA ATURAN ADAT DALAM MENJAGA ALAM

 


Indoensia merupakan salah satu negara kepulauan yang sangat luas, memiliki banyak budaya dan suku bangsa. Keberagaman yang begitu komplek inilah yang menyebabkan beberapa aturan positif atau aturan formal yang dibuat oleh pemerintah ataupun negara tidak efektif dalam menegakan setiap aturan dalam menjaga lingkungan.

Disisi lain, sebelum adanya negara masyarakat lokal yang mendiami setiap kepulauan sudah memiliki tata cara tersendiri dalam menjalani hidup sebagai makhluk sosial dan juga dalam menjaga alamnya. Masyarakat lokal sering menyebut aturan mereka dengan awik-awik, sementara masyarakatnya sendiri biasa dikenal dengan Masyarakat Adat.

Untuk menjalankan aturannya, mereka memiliki petugas atau disebut dengan pejabat adat (peranata adat). Setiap terjadi pelanggaran terdapat mekanisme dalam penyelesaian, baik itu bentuk pelanggaran, cara melaporkan kejadian, siapa yang yang melapor, kemana laporannya, sampai tempat penyelesaianpun sudah ditentukan.

Salah satu contoh yang ada di Kecamatan Bayan, dimana terdapat Masyarakat Adat Bayan yang mempu menjaga banyak hutan adat bahkan gunung rinjani dan gunung-gunung lainnya yang ada di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Hutan Adat yang masih lestari dengan awik -awik adat seperti Pawang Bangket Bayan, Hutan Adat Mandala, Hutan Adat Lokok Getak, serta beberapa hutan adat yang tersebar di seluruh Wilayah Adat Masyara Adat Bayan.

Thursday, February 29, 2024

JAMBORE PEMUDA ADAT DAN FASILITATOR PENDIDIKAN ADAT REGION JAWA, BALI, NTB


Kegiatan Jambore dilaksanakan selama 2 hari yaitu sejak tanggal 23 sampai dengan 24 Desember 2023. Lokasi kegiatan merupakan salah satu Lembaga Pendidikan Adat di Osing yaitu Pesinauan Adat Osing. 

Peserta yang diundang merupakan Pemuda Adat dan juga Fasilitator Sekolah Adat dari Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Barat, yang jumlah keseluruhan yaitu sekitar 26 orang, tetapi karena ada beberapa kendala terdapat 3 orang berhalangan.

Saturday, July 29, 2023

Jadwal Lengkap Turnamen Peresean Dasan Baro Cup 2023

 

Jadwal Lengkap Turnamen Peresean Dasan Baro Cup 2023

Penyisihan Grouf

Grouf A

Lesong Bayan vs Urik Buteng, Kamis, 13 Juli 2023

Lesong Bayan vs Lereng Semboya, Kamis,27 Juli 2023

Urik Buteng vs Lereng Semboya, Kamis, 10 Agustus 2023

Grouf B

Laskar Gedeng vs Sembagek Tulen, Kamis, 20 Juli 2023

Laskar Gedeng vs Joget Munder, Minggu, 30 Juli 2023

Sembagek Tulen vs Joget Munder, Minggu, 13 Agustus 2023

Grouf C

Singa Kendal vs Bintang Utara Junior, Minggu, 16 Juli 2023

Singa Kendal vs Senaru Junior, Kamis, 3 Agustus 2023

Bintang Utara Junior vs Senaru Junior, Kamis, 17 Agustus 2023 (Dimajukan Sehari yaitu Rabu, 16 Agustus 2023), 

Grouf D

Demung Sejati Muda vs Dodot Bayan, Minggu, 23 Juli 2023

Demung Sejati Muda vs Bintang Rinjani Muda, Minggu, 6 Agustus 2023

Dodot Bayan vs Bintang Rinjani Muda, Minggu, 20 Agustus 2023

Babak 8 Besar

1. Lereng Semboya vs Sembagek Tulen, Kamis 24 Agustus 2023

2. Joget Munder vs Urik Buteng, Minggu 27 Agustus 2023

3. Bintang Utara vs Rinjani Muda, Kamis, 31 Agustus 2023

4. Senaru Junior vs Demung Sejati, Minggu 3 September 2023

Babak 4 Besar

1. Sembagek Tulen vs Urik Buteng, Kamis, 7 September 2023, Perubahan Jadwal ke Kamis, 14 September 2023

2. Rinjani Muda vs Demung Sejati, Minggu, 10 September 2023

Perebutan Juara 3

Sembagek Junior vs Demung Sejati, Kamis, 14 September 2023, Perubahan Jadwal ke Minggu, 17 September 2023

Final

Pag. Urik Buteng vs Rinjani Muda, Minggu, 17 September 2023, Perubahan Jadwal ke Minggu, 24 September 2023




Klasmen dan Poin Turnamen Peresean Dasan Baro Cup 2023

 Klasmen dan Poin Turnamen Peresean Dasan Baro Cup I 2023

Grouf A

Nama Paguyuban

M

MKO

KKO

P

TP

Ket.

 Lesong Bayan

 2

 2

 2+3

 260+500

 760

 Gugur

 Urik Buteng

 2

 2

 2

 348+745

 1.093

 Runner Up

 Lereng Semboya

 2

 3

 0

 504+652

 1.156

 Juara Grouf

Grouf B

Nama Paguyuban

M

MKO

KKO

P

TP

Ket.

 Laskar Gedeng

 2

 0

 5+3

 0+140

 140

 Gugur

 Sembagek Tulen

 2

 5+2

 0+1

 500+320

 820

 Juara Grouf

 Joget Munder

 2

 3+1

 0+2

 515+262

 777

 Runner Up

Grouf C

Nama Paguyuban

M

MKO

KKO

P

TP

Ket.

 Singa Kendal

 2

 2+2

 2+1

 257+501

 758

 Gugur (4x Memang)

 Bintang Utara Junior

 2

 2+3

 2+2

 285+300

 585

Juara Grouf (6× Menang)

 Senaru Junior

 2

 1+2

 2+3

 405+200

 605

 Runner Up (5× Menang)

Grouf D

Nama Paguyuban

M

MKO

KKO

P

TP

Ket.

 Demung Sejati Muda

 2

 4+2

 0

 466+542

 1.008

 Juara Grouf

 Dodot Bayan

 2

 0+1

 4+3

 25+130

 155

 Gugur

 Rinjani Muda 

 2

 0+3

 2+1

 391+358

 749

 Runner Up



Keterangan
M = Main
MKO = Menang KO
KKO = Kalah KO
P = Poin
TP = Total Poin

Sunday, March 12, 2023

Bagian Kedelapan "Kisah Legendaris Perempuan Lombok, Denda Cilinaya"


Pada episode sebelumnya, Amaq Bangkol melihat istrinya yang sedang berjalan tergesa mendekati rumah, Amaq Bangkol terkejut, dikira istrinya sedang dikejar babi. Amaq Bangkol secepatnya mengambil parang dan mengajak anjingnya, menghampiri Inaq Bangkol. Amaq Bangkolpun kembali terkejut, setelah melihat apa yang digendong oleh istrinya.

Monday, March 6, 2023

Bagian Ketujuh "Kisah Legendaris Perempuan Lombok, Denda Cilinaya"


Pada episode sebelumnya, romobongan Datu Daha dan Datu Keling sedang melakukan perjalanan pulang dari Kayangan. Rombongan Datu Daha berada dibarisan paling belakang, sampai akhirnya Denda Ratsasih diterbangkan oleh angin puting beliung yang kencang. Beberapa saat kemudian, anginpun mulai mereda, semua sibuk mencari kesemua penjuru. Salah satu dari mereka melihat keatas, diantara debu dan ranting terlihat sosok anak kecil yang terbawa angin tanpa arah, serentak yang lainpun memalihkan pandangan mereka kelangit, terlihat mulai tak jelas, dan akhirnya menghilang.

Banyak warga dan prajurit mencari keseluruh penjuru, ada yang kearah timur, kepesisir laut bagian utara, kearah barat, dan kearah gunung dibagian selatan, tetapi tetap tidak ketemu.

Friday, March 3, 2023

Apa Sebenarnya Makna Kawin Lari di Lombok Sehingga Masih di Pertahankan Sampai Sekarang?...


Masyarakat luas saat ini banyak yang menganggap bahwa tradisi Kawin Lari merupakan bentuk budaya yan tidak patut dipertahankan, lebih-lebih ini terjadi di daerah yang terkenal dengan sebutan 1.000 Masjid. Lombok yang mayoritas muslim ini sebagian besar memang mesih menjadikan tradisi bersatunya insan dengan Kawin Lari.

Kesan yang pertama kali muncul adalah kebiasaan perkawinan tanpa restu orang tua, sehingga laki-laki yang mengambil perempuan sering kali disebut dengan maling. Banyak juga yang menyebut tradisi Kawin Lari itu Memaling.

Bagian Keenam "Kisah Legendaris Perempuan Lombok, Denda Cilinaya"


Pada episode sebelumnya, Datu Keling bersama rombongan melakukan perjalanan ke Kayangan untuk melaksanakan ritual Potong rambut anaknya. Pada suatu persimpangan, bertemulah rombongan Datu Keling dengan Datu Daha.

Meskipun mereka tergabung dalam satu rombongan saat melaksanakan perjalanan ke Kayangan, tetapi banyak hal yang berbeda diantara mereka. Datu Daha bersama rombongan hanya membawa diri, bahkan tidak menunggangi kuda, tidak seperti Kakaknya Datu Keling.

Thursday, March 2, 2023

Bagian Kelima "Kisah Legendaris Perempuan Lombok, Denda Cilinaya"


Pada episode sebelumhya, Datu Daha bersama pengawal dan beberapa punggawa lainnya sedang menikmati kopi dan makanan yang disiapkan oleh Datu Keling. Merekapun langsung pamit setelah merasa cukup, karena haripun sudah mulai sore.

Setiba di Keraton, Datu Daha menceritakan tentang Datu Keling yang sudah punya anak laki-laki kepada permaisuri. Oh bagus, jawab permaisuri. Tinggal kita yang belum punya keturunan, tambahnya.

Hari terus berlalu, permaisuri selalu bertanya dalam diri, kapan saya akan melahirkan?

Bagian Keempat "Kisah Legendaris Perempuan Lombok, Denda Cilinaya"


Pada episode sebelumnya, dikisahkan tentang Dahu Daha dan Datu Keling yang menyampaikan nazarnya saat berdo’a di Kayangan. Datu Daha akan membawa 2 ekor kerbau berhiaskan emas dan lain-lain, sementara Datu Keling akan membawa perlengkapan sirih dan pinang, sampai akhirnya ditertawakan oleh rombongan yang hadir.

Tentu nazar ke 2 Raja tersohor di Lombok yang sangat berbeda akan menimbulkan pertanyaan dihati kita semua, apakah Datu Keling menyampaikan hal tersebut karena kesederhanaan, atau mungkin karena kepelitannya?

Wednesday, March 1, 2023

Bagian Ketiga "Cerita Legendaris Perempuan Lombok, Denda Cilinaya"


Kedua Raja bersama keluarganya duduk dibawah pohon beringin. Datu Daha segera memerintahkan anak buahnya untuk memanggil penunggu tempat yang keramat tersebut. Bergegaslah salah satu dari anak buah Datu Daha masuk ke Kayangan untuk memanggil. Setelah bertemu, dengan posisi duduk bersila, sang prajurit langsung menyampaikan tujuan rombongan datang ke Kayangan, serta Datu Daha dan Datu Keling sedang menunggu diluar.

Mendengar pesan tentang kedatangan 2 Raja untuk meminta pertolongan di Kayangan, sang penunggu langsung keluar bersama sang utusan untuk menyambut kedatangan Raja Daha dan Raja Keling.

Tuesday, February 28, 2023

Bagian Kedua "Kisah Legendaris Perempuan Lombok, Denda Cilinaya"


Kali ini penulis akan kembali menceritakan tentang cerita Legendaris Perempuan Lombok yang di kenal dengan Denda Cilinaya. Pada Episode sebelumnya, Datu Daha sudah menyampaikan niatnya kepada Saudaranya Datu Keling, tentang keberadaan Kayangan yang bisa dijadikan tempat untuk berdo’a, dan Datu Keling langsung menanyakan kesiapan Datu Daha tentang waktu yang tepat untuk mengunjungi Kayangan tersebut.

Pada Episode kedua ini, kita akan melanjutkan cerita tersebut.

Bagian Pertama "Kisah Legendaris Perempuan Lombok, Denda Cilinaya"


Kisah legendaris perempuan Lombok Denda Cilinaya memang terdapat kontroversi, dimana cerita ini muncul dibeberapa kabupaten yang ada di Lombok seperti, Kabupaten Lombok Utara, dan Lombok Timur. Faktor itu dipengaruhi oleh keberadaan lontarnya yang ada di daerah tersebut, termasuk penamaan nama tempat khusus seperti Kecmatan Kayangan di Lombok Utara dan Pelabuhan Kayangan di Lombok Timur.

Sejarah Denda Cilinaya ditulis dalam sebuah lontar, kemudian ditranslit oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Utara melalui Bidang Kebudayaan. Tim yang terlibat dalam penyaduran kisah Denda Cilinaya merupakan Masyarakat Lokal, tim tersebut adalah Remadi, Pengulu Bayan atau Amaq Riajim, Renadi, Remaja, dan Singadi.

Monday, February 27, 2023

SEKOLAH ADAT BAYAN (SAB) KELOLA LEBAH TRIGONA UNTUK INSENTIF GURU


Tahun 2023 di bulan Februari, Sekolah Adat Bayan atau dikenal dengan singkatan SAB mendapatkan support anggaran dari Pengurus Besar Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), dalam hal meningkatan ekonomi untuk menunjang kegiatan pembelajaran di Sekolah Adat. Dana tersebut bisa di akses dengan kerjasama Komunitas Masyarakat Adat.

Komunitas yang bisa mengajukan proposal merupakan anggota AMAN. SAB sendiri merupakan Sekolah Adat yang memiliki cakupan wilayah seluruh Masyarakat Adat Bayan, dimana terdapat banyak komunitas sebagai peserta atau anggota AMAN diantaranya, Loloan, Bayan Beleq, Karang Bajo, Anyar, dan masih ada lagi komunitas lainnya.