Pada episode sebelumnya, dikisahkan tentang Dahu Daha dan Datu Keling yang menyampaikan nazarnya saat berdo’a di Kayangan. Datu Daha akan membawa 2 ekor kerbau berhiaskan emas dan lain-lain, sementara Datu Keling akan membawa perlengkapan sirih dan pinang, sampai akhirnya ditertawakan oleh rombongan yang hadir.
Tentu nazar ke 2 Raja tersohor di Lombok yang sangat berbeda akan menimbulkan pertanyaan dihati kita semua, apakah Datu Keling menyampaikan hal tersebut karena kesederhanaan, atau mungkin karena kepelitannya?
Home


