Thursday, March 2, 2023

Bagian Keempat "Kisah Legendaris Perempuan Lombok, Denda Cilinaya"


Pada episode sebelumnya, dikisahkan tentang Dahu Daha dan Datu Keling yang menyampaikan nazarnya saat berdo’a di Kayangan. Datu Daha akan membawa 2 ekor kerbau berhiaskan emas dan lain-lain, sementara Datu Keling akan membawa perlengkapan sirih dan pinang, sampai akhirnya ditertawakan oleh rombongan yang hadir.

Tentu nazar ke 2 Raja tersohor di Lombok yang sangat berbeda akan menimbulkan pertanyaan dihati kita semua, apakah Datu Keling menyampaikan hal tersebut karena kesederhanaan, atau mungkin karena kepelitannya?

Wednesday, March 1, 2023

Bagian Ketiga "Cerita Legendaris Perempuan Lombok, Denda Cilinaya"


Kedua Raja bersama keluarganya duduk dibawah pohon beringin. Datu Daha segera memerintahkan anak buahnya untuk memanggil penunggu tempat yang keramat tersebut. Bergegaslah salah satu dari anak buah Datu Daha masuk ke Kayangan untuk memanggil. Setelah bertemu, dengan posisi duduk bersila, sang prajurit langsung menyampaikan tujuan rombongan datang ke Kayangan, serta Datu Daha dan Datu Keling sedang menunggu diluar.

Mendengar pesan tentang kedatangan 2 Raja untuk meminta pertolongan di Kayangan, sang penunggu langsung keluar bersama sang utusan untuk menyambut kedatangan Raja Daha dan Raja Keling.

Tuesday, February 28, 2023

Bagian Kedua "Kisah Legendaris Perempuan Lombok, Denda Cilinaya"


Kali ini penulis akan kembali menceritakan tentang cerita Legendaris Perempuan Lombok yang di kenal dengan Denda Cilinaya. Pada Episode sebelumnya, Datu Daha sudah menyampaikan niatnya kepada Saudaranya Datu Keling, tentang keberadaan Kayangan yang bisa dijadikan tempat untuk berdo’a, dan Datu Keling langsung menanyakan kesiapan Datu Daha tentang waktu yang tepat untuk mengunjungi Kayangan tersebut.

Pada Episode kedua ini, kita akan melanjutkan cerita tersebut.

Bagian Pertama "Kisah Legendaris Perempuan Lombok, Denda Cilinaya"


Kisah legendaris perempuan Lombok Denda Cilinaya memang terdapat kontroversi, dimana cerita ini muncul dibeberapa kabupaten yang ada di Lombok seperti, Kabupaten Lombok Utara, dan Lombok Timur. Faktor itu dipengaruhi oleh keberadaan lontarnya yang ada di daerah tersebut, termasuk penamaan nama tempat khusus seperti Kecmatan Kayangan di Lombok Utara dan Pelabuhan Kayangan di Lombok Timur.

Sejarah Denda Cilinaya ditulis dalam sebuah lontar, kemudian ditranslit oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Utara melalui Bidang Kebudayaan. Tim yang terlibat dalam penyaduran kisah Denda Cilinaya merupakan Masyarakat Lokal, tim tersebut adalah Remadi, Pengulu Bayan atau Amaq Riajim, Renadi, Remaja, dan Singadi.

Monday, February 27, 2023

SEKOLAH ADAT BAYAN (SAB) KELOLA LEBAH TRIGONA UNTUK INSENTIF GURU


Tahun 2023 di bulan Februari, Sekolah Adat Bayan atau dikenal dengan singkatan SAB mendapatkan support anggaran dari Pengurus Besar Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), dalam hal meningkatan ekonomi untuk menunjang kegiatan pembelajaran di Sekolah Adat. Dana tersebut bisa di akses dengan kerjasama Komunitas Masyarakat Adat.

Komunitas yang bisa mengajukan proposal merupakan anggota AMAN. SAB sendiri merupakan Sekolah Adat yang memiliki cakupan wilayah seluruh Masyarakat Adat Bayan, dimana terdapat banyak komunitas sebagai peserta atau anggota AMAN diantaranya, Loloan, Bayan Beleq, Karang Bajo, Anyar, dan masih ada lagi komunitas lainnya.